MADIUN – Kebutuhan pokok masyarakat biasanya meningkat saat Ramadan dan menjelang lebaran. Barang menjadi semakin langka hingga memicu kenaikan harga. Ini tentunya berdampak kepada masyarakat. Terutama masyarakat kurang mampu.

‘’Harga kebutuhan seringkali naik saat moment Ramadan. Ini dapat menggerus daya beli masyarakat. Terutama masyarakat kurang mampu,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto saat buka bersama dengan masyarakat kurang mampu di Kecamatan Taman, Sabtu (26/5/2018).

Pemerintah, kata dia, wajib hadir menanggulangi hal tersebut. Berbagai upaya dilakukan. Mulai operasi pasar hingga pemeriksaan dan pantauan rutin satuan tugas (satgas) pangan. Selain itu, Pemkot juga menyiapkan sejumlah bantuan. Salah satunya, bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD) kepada 2.129 masyarakat.

Selain itu, pemkot juga memberikan bantuan bahan pokok kepada 500 sampai 600 masyarakat kurang mampu di tiap kecamatan selama Ramadan ini. Bantuan berupa beras dan telur tersebut diserahkan saat kegiatan buka bersama dan Safari Ramadan.

‘’Prinsipnya masyarakat kurang mampu ini jangan sampai terdegradasi daya belinya. Dengan bantuan bahan pokok, paling tidak sedikit membantu pengeluaran. Harapannya, dapat dibelikan kebutuhan lain,’’ jelasnya.

Bantuan kebutuhan pokok penting diberikan. Terutama beras dan telur. Sebab, dua komoditi tersebut kerap mengganggu stabilitas keuangan masyarakat. Menjadi kebutuhan utama namun harganya sering kali naik. Terutama saat Ramadan dan menjelang lebaran. Walikota berharap kebutuhan beras dan gizi dari telur masyarakat kurang mampu tetap tercukupi.

‘’Prinsipnya bantuan hanya bersifat stimulus. Penerima bantuan diharap terus menurun dari tahun ke tahun,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun