MADIUN – Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Pemenuhan kebutuhan utama ini juga dijamin undang-undang. Tak heran, ketahanan pangan wajib diwujudkan. Berbagai cara dilakukan. Seperti Jambore Pangan yang digelar Pemkot Madiun bersama PKK se-Kota Madiun, Kamis (3/5/2018).

Ketahanan pangan bukan sekedar ketersediaan. Namun juga terwujudnya keanekaragaman pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Ini merupakan kewajiban pemerintah. Tujuannya sederhana, terjaminnya gizi bagi masyarakat Kota Madiun meski dengan keterbatasan lahan.

‘’Pemkot ingin mempersiapkan SDM masyarakat yang berkualitas. Ini penting karena Kota Madiun bukan daerah agraris. Kalau ketahanan pangan terjaga, kebutuhan gizi yang berkualitas masyarakat Kota Madiun juga terjamin,’’ kataWalikota Madiun Sugeng Rismiyanto.

Divertifikasi pangan dilakukan. Tujuannya, untuk menjaga keanekaragaman pangan. Divertifikasi penting untuk mendorong masyarakat agar lebih variatif dalam mengkonsumsi makanan. Tidak perlu mahal. Cukup memanfaatkan pekarangan dengan ditanami tanaman pangan. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan untuk berternak atau budidaya ikan.

‘’Diversifikasi pangan merupakan salah satu upaya menjaga keanekaragaman pangan. Masyarakat harus inovatif,’’ ujarnya.

Walikota menambahkan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas terwujud dengan gizi yang seimbang. Tentu harus ditunjang makanan yang aman dan sehat. Ini penting untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Sebab, ketahanan pangan nasional dapat terwujud dengan dukungan ketahanan pangan daerah. Begitu juga dengan ketahanan daerah yang terwujud dari ketahanan pangan keluarga yang mampu mencukupi kebutuhan pangan secara mandiri. (adit,rama,devit/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun