MADIUN – Potensi ekonomi Kota Madiun ke depan cukup menjanjikan. Terbukti dari geliat perdagangan di dalamnya. Satu persatu usaha perdagangan bermunculan. Terbaru Kenikir Lounge & Dine yang baru menggelar opening ceremony, Kamis (3/5/2018). Usaha dibidang kuliner ini melengkapi keberagam geliat perekonomian di kota pecel. 
 
‘’Investor pastinya tidak akan membuka usaha tanpa memperhitungkan potensi ke depan. Ini membuktikan peluang dan potensi usaha di Kota Madiun cukup menjanjikan ke depan,’’ kata Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto yang diminta turut meresmikan opening ceremonial Kenikir Lounge & Dine.
 
Pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun memang cukup tinggi. Bahkan, salah satu kota dengan pertumbuhan tertinggi secara nasional. Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun mencapai enam persen di 2017 lalu. Ini tak terlepas dari geliat perdagangan di dalamnya. Artinya, usaha di Kota Madiun hidup. Masyarakat berdaya. Perputaran uang tinggi.
 
‘’Kota Madiun memang tidak memiliki SDA (sumber daya alam) yang besar. Tetapi potensi perdagangannya tinggi. Terbukti banyaknya investor yang masuk. Tidak hanya kuliner tetapi juga hotel berbintang,’’ ungkapnya.
 
Geliat perekonomian ini juga sebagai salah satu sumber pemasukan daerah. Bahkan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Madiun terus meningkat. Peningkatan cukup signifikan sepuluh tahun terakhir. PAD Kota Madiun hanya berkisar Rp 27 miliar di 2008 lalu. Kini, mencapai Rp 300 miliar. Sugeng optimis PAD bakal terus meningkat ke depan.
 
‘’Dengan banyaknya investor, geliat perekonomian semakin meningkat. Ini tentu saja memberikan multi plier effect kepada masyarakat,’’ jelasnya sembari menyebut Kota Madiun merupakan windows display Jatim wilayah barat. 
 
Dirut PT Periska Multi Usaha Retno Purbowati menyebut Kenikir Lounge & Dine merupakan salah satu jenis usaha yang dikelola perusahaannya. Disamping itu terdapat usaha katering, security, gues house PT Inka, dan jasa computer. PT Periska Multi Usaha merupakan anak perusahaan PT Inka. Pihaknya sengaja melebarkan sayap dibidang resto lantaran melihat potensi yang cukup besar di Kota Madiun. 
 
Kota Madiun bukan sekedar kota transit kini. Namun, sudah menjadi jujukan. Terutama kuliner. Tak heran, kuliner nusantara menjadi menu utama. Tak terkecuali nasi pecel. Namun, tentu dengan penyajian berbeda. Pihaknya berharap resto menjadi salah satu pilihan kuliner di Kota Madiun.
 
‘’Kami ingin turut serta menjaga tradisi budaya bangsa melalui sajian kuliner nusantara dengan penyajian dan atmosfir berbeda tentunya,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/diskominfo).
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun