MADIUN – Perjuangan Kartini dalam menuntut kesamaan hak perempuan patut diapresiasi. Diusia mudanya Kartini berani membela hak kaumnya untuk memperoleh pendidikan yang sama dengan laki-laki. Tak heran, hari kelahirannya selalu diperingati sebagai penghormatan atas jasa yang telah diberikan.
 
Sejumlah pegawai perempuan lingkup Pemkot Madiun menggelar upacara dan lomba unik sebagai peringatan hari lahir pejuang emansipasi perempuan tersebut, Senin, (23/4/2018).
 
Kegiatan diawali dengan upacara bendara di halaman Balai Kota Madiun dengan petugas dan peserta perempuan. Mulai aparatur sipil Negara (ASN), KOWAD, Polwan, dan Organisasi Wanita Kota Madiun menggelar upacara dengan berpakaian kebaya atau baju khas daerah lain.
 
‘’April merupakan bulan yang istimewa bagi pergerakan emansipasi perempuan,’’ tutur Sri Ismah Sugeng Rismiyanto yang menjadi isnpektur upacara.
 
Istri orang nomor satu di Kota Madiun itu mengaku bangga dengan kedudukan perempuan saat ini. Banyak perempuan yang sukses dalam pemerintahan dengan menjadi pimpinan daerah.  Banyak juga yang memimpin perusahaan atau menjadi pengusaha. 
 
‘’Kedudukan wanita semakin sejajar kini. Terbukti banyak wanita yang sukses menjadi kepala daerah, pimpinan perusahaan, duduk dikursi parlemen, dan lainnya,’’ ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Kota Madiun itu.
 
Dia berharap peringatan bukan sekedar seremonial. Namun, menjadi inspirasi perempuan untuk berperan aktif dalam setiap pembangunan. Mulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah dan negara. 
 
Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengatakan cukup banyak jabatan yang diduduki oleh perempuan. Dia tunjuk bukti sejumlah organisasi perangkat daerah (ODP) Pemkot Madiun yang dikomandoi Kartini-Kartini era masa kini. Mulai ketua RT, Lurah hingga Kepala OPD dipimpin seorang perempuan. 
 
Dia mengaku tidak anti perempuan untuk duduk dijabatan penting dalam pemerintahan. Lelang jabatan dilakukan secara transparan. Perempuan yang masuk kriteria dan lolos menjadi yang terbaik berhak mengemban jabatan yang dilelang tersebut. Artinya, penempatan pejabat sesuai dengan kemampuan. Bukan berdasar gender.
 
‘’Siapapun yang menjadi terbaik saat lelang jabatan, pasti saya ambil. Tidak memandang dia laki-laki atau perempuan. Tentu saja dengan pertimbangan pengetahuan masalah hukum dan bidang terkait, keberanian mengambil langkah-langkah inovatif dan kreatif untuk kemajuan masyarakat Kota Madiun,’’ tandasnya.
 
Gelaran upacara peringatan Hari Kartini dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta penyerahan setangkai bunga dari Walikota Madiun, Wakil Walikota Madiun, Sekretaris Kota Madiun dan Ketua DPRD Kota Madiun kepada istri masing-masing sebagai ungkapan selamat. (adit,luki /diskominfo)
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun