BATU – Ibu pendamping kepala daerah tidak hanya berkegiatan di dalam ruang ketika rangkaian Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional IV di Kota Batu. Namun, juga melaksanakan city tour di hari ketiga, Kamis (19/4/2018). Sejumlah tempat dikunjungi. Mulai kawasan wisata petik apel dan Pura Giri Arjuna. Tujuannya, mempelajari potensi alam yang ada di Kota Batu sebagai tuan rumah kegiatan Apeksi ke-14 tersebut.
 
Kawasan Wisata Petik Apel di Desa Bulukerto Kecamatan Bumiaji, Kota Batu menjadi tempat kali pertama yang dikunjungi. Rombongan mendapat wawasan seputar kebun apel. Mulai jenis-jenisnya, cara menanam, hingga perawatan yang benar agar menghasilkan buah unggulan. Kegiatan semakin menarik dengan mencicipi buah apel hasil petikan sendiri. 
 
‘’Tadi juga ada rujak apel. Secara umum sama dengan rujak buah pada umumnya. Tetapi rasanya khas. Ini dapat diadopsi di Kota Madiun,’’ kata Ibu Walikota Madiun Sri Ismah Sugeng Rismiyanto di sela kegiatan.
 
Ibu-ibu tampak menikmati alam Kota Batu yang sejuk. Selain apel, mereka juga melihat kebun sayuran tomat. Lagi-lagi berbagai wawasan tentang sayur-mayur mengemuka. Sri Ismah menambahkan Kota Madiun juga berpotensi memiliki produk unggul dibidang agrobisnis. Namun, tentu dengan cara dan metode berbeda. Salah satunya, dengan sistem vertikal garden. Ini penting mengingat luasan wilayah Kota Madiun yang tidak kelewat luas. 
 
‘’Banyak yang bisa dipelajari. Karena secara geografis berbeda, paling tidak bagaimana cara dan sistem perkebunannya yang bisa dicontoh,’’ ungkapnya.
 
Rombongan lantas menuju Pura Giri Arjuna yang menjadi salah satu tempat peribadatan Umat Hindu disana. Sebagian masyarakat Kota Batu memang memeluk Agama Hindu. Pura yang berada di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumi Aji itu tampak megah. Berada di lereng sebuah bukit. Sayang, pengunjung dilarang memasuki bagian dalam pura. Rombongan hanya dapat melihat keindahan tempat peribadatan itu dari depan gerbang. Kendati begitu, kemegahan sudah cukup terwakilkan.
 
‘’Sama dengan Kota Madiun, Kota Batu juga memiliki berbagai suku bangsa dan pemeluk agama berbeda-beda. Kota Madiun memiliki klenteng sebagai tempat peribadatan masyarakat konghucu,’’ ungkapnya sembari menyebut toleransi antar umat beragama di Kota Batu juga terjalin baik seperti di Kota Madiun. (agi/diskominfo).
 
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun