Bertempat di Hotel Sultan Jl Gatot Subroto Jakarta Pusat, Sabtu tanggal 10 Juni 2017, Wakil Walikota H. Sugeng Rismiyanto menyampaikan paparannya. Paparan yang disampaikan adalah syarat penilaian Adipura untuk periode 2017. Sebelum acara dimulai , selaku Dewan Pakar Lingkungan Hidup memberikan waktu 60 menit yang terdiri dari 20 menit paparan dan 40 menit tanya jawab.

Sebagai Dewan Pertimbangan Adipura yang terdiri dari Hermawan Kertajaya (pengusaha), Nabil Makarim (mantan menteri Lingkungan Hidup}, Sudirman dan Guntur. Semua memberikan pertanyaan dalam hal ini pemerintah kota Madiun. Pertanyaan demi pertanyaan terjawab dengan lugas by data.
Sebelum acara dimulai , selaku Dewan Pakar Lingkungan Hidup memberikan waktu 60 menit yang terdiri dari 20 menit paparan dan 40 menit tanya jawab.

Dalam paparan wakil walikota dimulai dari visi dan misi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Madiun. Di dalam keterkaitan visi & misi perlindungan & pengelolaan lingkungan hidup yaitu terwujudnya Kota Madiun yang lebih bersih dan berkelanjutan menuju kelestarian hidup. “ Penjabaran dari bersih di sini adalah bersih udara dan darat. Kota Madiun tidak mempunyai laut”, kata Sugeng.
Paparan selanjutnya di dalam kebijakan dan program serta implementasi pembangunan berkelanjutan , Sugeng memaparkan ada kebijakan pembangunan ekonomi, pembangunan social dan pembangunan lingkungan hidup. Sedangkan kebijakan program & kegiatan pengelolaan Lingkungan hidup perkotaan yaitu kebijakan program dan kegiatan pengelolaan sampah, kebijakan program dan kegiatan pengelolaan RTH, kebijakan program dan kegiatan pencemaran air, udara dan perubahan iklim dan yang terakhir adalah peran serta masyarakat & dunia usaha dalam pengelolaan sampah & ruang terbuka hijau.

Peran serta dunia usaha, pemerintah kota madiun mendapat pujian dari pengusaha terkenal , Hermawan Kertajaya selaku Dewan Pertimbangan Adipura bahwa hubungan Pemkot Madiun dengan perusahaan swasta sangatlah bagus. “ Saya suka melihat kepala daerah itu bisa memasarkan programnya dan perusahaan lain membantu, atau memarketingkan kotanya.” Apalagi wakil walikota mempresentasikannya dengan data, sehingga lebih mudah untuk menilainya, imbuh ahli khusus UKM nasional.

“Untuk UKM yang bisa reuse atau recycle dari sampah menjadi suatu kebanggaan tersendiri “, kata Sugeng. “Dari waktu ke waktu semakin meningkat sehingga ini bisa menjadi peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha”.
Turut hadir mendampingi adalah Maidi selaku Sekretaris Daerah dan beberapa Kepala OPD maupun yang mewakil. (KMF)