Madiun – PD Aneka Usaha, sebagai salah satu perusahaan yang dikelola pemerintah kota Madiun, sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan secara signifikan. Padahal sebagai sebuah perusahaan daerah diharapkan mampu mendatangkan atau menambah pendapatan asli daerah.
Sebagai sebuah perusahaan, peranan direktur utama sangat menentukan keberhasilan perusahaan tersebut. Karena direkturlah yang akan menentukan ke arah mana kebijakan dan jalannya perusahaan tersebut. Menyikapi hal tersebut, dan setelah beberapa kali mengalami pergantian pimpinan, hari kamis (6/4), Direktur utama PD Aneka Usaha masa bakti 2017-2021, Sutrisno, dilantik oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, di Ruang 13, Sekretariat Daerah, Kota Madiun. Ikut hadir dalam pelantikan ini Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, serta perwakilan OPD se Kota Madiun.

Sugeng dalam arahannya berpesan kepada direktur utama yang baru, untuk tidak ragu melakukan pembenahan struktur organisasi, berani berinovasi, melakukan ekspansi usaha, termasuk memperbaiki aturan-aturan yang bisa meningkatkan pelayanan kepada konsumen/masyarakat.
“Dengan adanya direktur yang baru diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan karyawan yang setara dengan perusahaan lain dan bisa memberikan pemasukan kepada PAD Kota Madiun”, pesan Sugeng. Sementara itu, ditemui setelah acara pelantikan, Sutrisno, yang pernah menjabat direktur teknik PDAM Kota Madiun 2 periode ini, menyampaikan, berkaitan dengan penyertaan modal dari Pemkot Madiun, dia akan tahu diri, dan lebih mengutamakan bahwa kinerja PD Aneka Usaha bisa naik positif secara nyata, kalau hal tersebut bisa tercapai, maka modal kerja apabila diperlukan akan mudah didapat dari sumber mana saja.

Selain itu dia juga akan meninjau kondisi yang sekarang sudah ada termasuk kontrak-kontrak dengan pihak ke-3 berkaitan dengan sewa aset PD Aneka Usaha. Lebih lanjut, bicara mengenai target pendapatan PD Aneka Usaha, Sutrisno berani menarget tahun ini bisa mencapai 600 juta rupiah dibanding tahun kemarin yang hanya 447 juta rupiah.
“Saya siap tidak digaji apabila PD Aneka Usaha tidak bisa mendapatkan keuntungan atau mengalami kerugian,” tegas Sutrisno ketika menyampaikan komitmennya. (kmf)