Pemerintah Kota Madiun mendapatkan 3 penghargaan
Pemerintah Kota Madiun pada saat merayakan ulang tahunnya yang ke 92. mendapatkan 3 penghargaan sekaligus yang berhasil disabet. Yakni, penghargaan Adipura, Wahana Tata Nugraha (WTN) dan sertifikat Adhiwiyata bagi SMPN 7 Kota Madiun. Tiga pernghargaan itu akan diterima wali kota Bambang Irianto pada 8 dan 15 Juni mendatang. Tanpa peran masyarakat kami nggak bisa mendapatkan tiga perghargaan tingkat nasional ini, hal itu diungkapkan oleh walikota H. Bambang Irianto, SH,MM. Dijadwalkan 8 Juni mendatang piala Adipura diserahkan di Istana Negara, Jakarta. Meski kembali menyabet penghargaan Adipura, Bambang menegaskan pemkot tetap melakukan inovasi. Sebab, lanjutnya, jika stagnan atau jalan di tempat, daerah tidak akan maju. Dan, pemkot sudah mengalokasikan anggaran untuk penataan kota seperti memperbaiki Alun-Alun menuju konsep Madiun Square dan median jalan penuh dengan bunga. Anggaran disesuaikan kemampuan. Anggaran besar jika PAD tahun ini bertambah.
Khusus ring road barat, ungkap Walikota Madiun, tahun ini targetnya dilakukan perbaikan. Anggarannya dari pemerintah pusat, Rp 24,6 miliar. Ring road kami estimasikan Rp 10 miliar sampai Rp 20 miliar. Walikota Madiun Bambang Irianto juga menyatakan, kado manis di ulang tahun Pemkot Madiun ini juga dari peran besar berbagai elemen. Dalam prosesnya DKP dan Kantor Lingkungan Hidup tidak bekerja sendiri. Satker tersebut juga menjalin komunikasi dengan kelurahan, kecamatan dan warga. Warga juga berperan. Kalau warga nggak disiplin membuang sampah, tentu Adipura tidak bisa dibawa pulang ke Madiun dong.
Sekedar diketahui, Adipura sudah enam kali berturut-turut disabet Kota Madiun. Sedangkan WTN adalah penghargaan di bidang ketertiban lalu lintas. Dan, sertifikat Adhiwiyata adalah penghargaan untuk sekolah yang berbudaya dan peduli lingkungan.
Soekarman, selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengatakan, nilai plus untuk Kota Madiun adalah dalam hal pengelolaan sampah. Yakni, perubahan dari sistem open dumping ke metode controlling land fill atau diolah.
Nilai plus lain, yakni di TPA Winongo, satu satunya TPA di Jawa Timur yang jalan masuknya dari beton bertulang. Daerah lain banyak menggunakan paving. TPA Winongo kan bekas sawah, jadi efektif menggunakan beton. Kepala SMPN 7 Kota Madiun, Theresia merasa bangga dengan prestasi sekolahnya. Menurutnya, prestasi itu tak lepas dari peran siswa, sekolah dan dukungan pemkot. Lingkungan hidup sudah masuk muatan lokal di sekolah ini










