PDAM Kota Madiun Harus Tingkatkan Kinerjanya
Kinerja PDAM Kota Madiun disorot. Ketua fraksi Demokrat Bersatu DPRD setempat, Armaya menegaskan, pada 2010 pelayanan ke pelanggan harus ditingkatkan. Apalagi, target pendapatan perusahaan daerah yang berkantor di Jalan Sulawesi itu meningkat. Naiknya target pendapatan, kata Armaya, harus diimbangi peningkatan kinerja. Apalagi, belum lama ini Pemkot Madiun menerima penghargaan dari persatuan perusahaan air minum seluruh Indonesia (Perpamsi). Itu, karena perhatiannya kepada pelanggan PDAM. Dia menegaskan, penghargaan itu apresiasi kepada pemkot.
Raihan prestasi itu, lanjutnya, diberikan kepada pemerintah daerah yang peduli terhadap PDAM. Salah satunya, pemkot meluncurkan program sambungan air ke 1.000 warga. Ini diperlakukan agar seluruh warga bisa menikmati program pemkot.
Yang menarik, jika ada pelayanan PDAM belum memuaskan, kata Armaya, warga atau pelanggan bisa mengadukannya ke DPRD. Khususnya, Fraksi Demokrat Bersatu. ”Kami siap menampung dan menindaklanjutinya. Joko Wahardi, anggota fraksi Demokrat Bersatu juga menyatakan siap menampung keluhan dari internal PDAM. Itu, jika para pegawai dan karyawan menemukan adanya problem di internal. Kami akan menampung aspirasi internal PDAM. Itu, yang kami jadikan dasar mengawasi.
Lebih lanjut dikatakan, agar PDAM juga melakukan penataan kembali di internalnya. Sebab, ditengarai masih banyak kekurangan dalam memberikan pelayanan. Selain itu, administrasi dari BUMD itu harus tertib. Kalau perlu dilakukan rolling pegawai dan juga harus menyertakan rapor untuk memudahkan penilaian. Ketua DPC Partai Demokrat Bonie Laksmana menambahkan, raihan Perpamsi award diberikan ke pemkot. Sebab, memberi perhatian kepada PDAM. Sehingga, warga di kota bisa menikmati air bersih. ”Dalam SK, penghargaan itu untuk pemkot bukan diserahkan ke PDAM. Penerimanya juga walikota.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Sutopo mengatakan, di tahun ini target PAD dari perusahaan daerah itu naik. Bila di tahun 2009, pendapatan yang dipatok sebesar Rp. 8,95 juta. Realisasi, kata dia, sekitar Rp. 1,21miliar. Pada 2010, targetnya sekitar Rp. 1,3 miliar. ”Kami akan berupaya meningkatkan PAD. Tentunya, dengan bimbingan dari walikota. Adanya peningkatan target pendapatan itu, lanjutnya, mendorong pihak PDAM meningkatkan kinerja. Baik itu pelayanan ke warga atau kenaikan PAD. ”Kinerja pelayanan akan tetap konsisten. Apalagi, pendapatan yang diperoleh juga akan kembali ke warga.
(Sumber radar madiun)










