• Sarana


  • Malam Ini Selamatan, Besok Pemasangan Tiang Pancang

    Dampak kebisingan dari proyek pembangunan pasar besar dipastikan minim. WaliKota Madiun H. Bambang Irianto,SH,MM menjelaskan, pemancangan tiang oleh PT Lince Romauli Raya menggunakan alat hidrolis. Sehingga tidak menimbulkan suara bising. Dampak kepada warga sekitarnya, tetap diperhatikan.
    Pemancangan tiang, katanya, dimulai kamis tanggal 7 Januari 2010. Menandai itu, nanti malam akan digelar doa bersama. Lokasinya, di lahan pasar yang terbakar 23 Oktober 2008, di Jalan Panglima Soedirman. Ritual doa bersama dilakukan agar proses pengerjaan proyek itu berjalan lancar. Selain itu, untuk meningkatkan kepedulian warga ikut melakukan pengawasan pembangunan.
    Selain pengawasan dari warga, lanjut walikota, pemerintah kota juga mendatangkan tim independen dari ITS Surabaya dan tim internal. Pengecekan bangunan bisa dilakukan di laboratorium yang disediakan PT Lince, di lokasi proyek.
    Ditanya tentang pelaksana proyek, Bambang meyakini berkualitas. Apalagi, pengecekan dari profil perusahaan sudah dijalankan. Sehingga, patokan anggaran yang dipatok perusahaan pemborong senilai Rp 76,5 miliar dijamin tidak mengurangi mutu. Jumlah dana itu, lebih rendah dari pagu yang ditetapkan pemkot, Rp 85 miliar. Di tahun 2010, alokasi dana untuk pembangunan pasar itu Rp 50 miliar. ”Meski lebih rendah dari pagu, kualitas bangunan akan tetap bagus. Tapi, tetap perlu pengawasan dari warga.
    Bagaimana dengan penataan kios dan los untuk pedagang? Wali kota menjelaskan, pemkot akan melibatkan payuban pedagang pasar besar Madiun (P2PBM) yang kini berjualan di pasar sementara kawasan Stadion Wilis. setiap ada pembahasan tentang pasar, paguyuban selalu diundang. Ketua P2PBM Sumani membenarkan hal itu. Menurutnya, pedagang terus dilibatkan dalam pembahasan pembangunan pasar. Sedangkan untuk penataan kios dan los, katanya, akan bersikap proaktif. Namun, hal itu belum dibahas. ”Belum sampai tahap itu. Baru persiapan selamatan besok (hari ini, Red) di lokasi, ungkapnya, ditemui usai rapat di kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU). Sementara, Kepala DPU Trubus Reksodirdjo mengatakan, penataan kios dan los dengan melibatkan paguyuban pedagang. Alasannya, mereka yang menempati lokasi berjualan itu. ”Agar usaha yang dijalani para pedagang itu bisa lancar, aman dan laris.
    Dimulainya proyek pembangunan pasar, lanjutnya, karena sudah syarat administrasi dari PT Lince Romauli Raya sudah lengkap. Bahkan, jaminan senilai Rp 4,25 miliar atau lima persen sudah diserahkan ke panitia pembangunan. Semua syarat sudah terpenuhi dan tinggal pelaksanaan.
    (sumber radar madiun)